Melihat Aktifitas Pertambangan Pasir Masyarakat di Lereng Gunung Merapi

Melihat Aktifitas Pertambangan Pasir Masyarakat di Lereng Gunung Merapi

Di balik keganasannya, Gunung Merapi sebagai salah satu gunung berapi teraktif di dunia, memiliki banyak potensi sebagai sumber penghidupan warga di sekitarnya. Salah satunya pasir vulkanik yang begitu berlimpah, hasil dari dalam perut bumi. Pasir gunung api memang merupakan bahan lepas yang dihasilkan pada saat gunung api meletus. Erupsi Gunung Merapi memengaruhi kegiatan pertambangan yang menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Terutama mereka yang tinggal di wilayah sekitar Sungai Kali Gendol. Semua mencoba mengais rezeki dari berlimpahnya pasir merapi. Bertahun-tahun sudah mereka melakoni pekerjaan ini, tepatnya setelah gunung meletus dahsyat pada 6 November 2010.

Meski setiap hari ribuan kubik pasir ditambang, jumlahnya masih tetap melimpah sampai dengan hari ini. Entah, berapa lama lagi mereka bisa menikmati berkah dari gunung paling aktif di Indonesia ini. Berangkat sejak matahari terbit pukul 06.00, Doni bersama Jumidi, bergegas berangkat dari rumah mereka di Ukirsaridi Bantul menuju kawasan Kali Gendol untuk menambang pasir merapi. Doni bertindak sebagai sopir, sedangkan Jumidi menambang pasirnya. Begitulah aktivitas rutin harian para penambang rakyat seperti mereka. Menurut Doni, mereka memilih pasir merapi karena kualitasnya lebih baik untuk bahan bangunan, dibandingkan dengan pasir Progo. Sekali angkut, mobil yang berisi penuh pasir akan mendapat upah Rp110.000. Penambangan pasir ini hampir dilakukan setiap hari dan libur hanya saat badan merasa lelah saja. Kini mereka hanya bisa berharap agar pemerintah tidak melarang penambangan pasir di kawasan Gunung Merapi. Sebab, hanya inilah mata pencaharian mereka satu-satunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *